Arsenal Tergusur, Wenger Salahkan Wasit

Arsenal Kembali tergusur pada babak 16 besar Liga Champions setelah ditundukkan Bayern Munich dengan skor 1-5 di pertemuan kedua. Wasit dituduh menjadi penyebah atas hasil negatif yang Arsenal terima.

Dengan begitu, The Gunners out dengan agregat telak 2-10. Arsenal jadi tim Inggris yang mengalami hasil negatif dengan agregat paling buruk di Liga Champions, serta hasil negatif paling buruk mereka di markas sendiri sedari ditundukkan Chelsea dengan skor 0-5 pada kompetisi Piala Liga bulan November 1998.

Berhadapan dengan Bayern pada hari Rabu (8/3/2017) dinihari WIB, di Emirates, ‘Gudang Peluru’ mengawali dengan impresif usai Theo Walcott buka skor pada menit 20. Keunggulan Arsenal dengan skor 1-0 tak berubah hingga turun minum.

Pada awal babak kedua jadi titik balik Arsenal. Laurent Koscielny lakukan pelanggaran pada Robert Lewandowski di area penalti yang bikin wasit memberi Bayern hadiah penalti dan memberi ganjaran si pemain dengan kartu merah.

Usai Lewandowski samakan skor dengan angka penalti, Die Roten tak tertahan. 4 cetak angka tambahan dimasukkan ke gawang Arsenal oleh Arjen Robben, Douglas Costa, dan brace Arturo Vidal.

Sang manajer Arsenal yaitu Arsene Wenger geram dengan wasit sebab menganggap Lewandowski lebih awal terkena perangkap dalam keadaan offside. Tak hanya itu, bagi ia, Arsenal harusnya raih penalti usai Walcott terjatuh saat berduel dengan Xabi Alonso.

“Hal tersebut bikin saya amat marah, amat frustrasi. Dan lebih geram lagi sebab kami ada pada masa yang tak sama. Saya menilai keputusan tersebut tidak dapat dipercaya dan memalukan,” kata Wenger.

“Saksikan saja dengan baik. Orang yang ada di belakang garis berikan penalti dan lebih dari itu: kartu merah. Saat wasit telah berikan kartu kuning, tentu kami terima itu. Saya bakal terima banyak kritik, namun hal tersebut tak akan merubah penilaian saya. Saya anggap di dalam laga saya perlu berhadapan dengan keadaan seperti ini, namun hal tersebu tak bikin mereka benar.”

“Saya merasa kami bermain dengan antusias dan harga diri yang kami harapkan. Dan kemudian, tentunya ceritanya berakhir dengan buruk,” ujar dia.

“Kami bikin bayern mendapat tekanan, dan kami sungguh tak beruntung di malam ini sebab pelanggaran pada Walcott di babak pertama ketika skor 1-0 harusnya 100 persen raih penalti. Saksikan di televisi. Dan pada babak kedua, si wasit mematikan laga. Kemudian amat tidak mudah, namun wasit saya anggap amat membuat Bayern beruntung di malam ini.”