City Juga Punya Keterbatasan dalam Transfer

City Juga Punya Keterbatasan dalam TransferCity Juga Punya Keterbatasan dalam Transfer
The Citizens terkenal sebagai tim kaya yang bisa mengeluarkan dana besar untuk tiap pemain yang didatangkan. Hal itu sudah terlihat sejak mereka diakuisisi Sheikh Mansour pada 2008.

Menarik ketika Guardiola menegaskan bahwa City ternyata juga punya keterbatasan. Dia mengaku ada batasan terkait harga transfer dan gaji untuk para pemain di klubnya.

“Ketika Anda berada dalam empat kompetisi, Anda harus beruntung soal cedera. Atau Anda harus memiliki 22 pemain top di setiap posisi. Banyak orang tak percaya, tapi 22 pemain top terlalu mahal bahkan untuk City,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Kami tak bisa membayar gaji mereka. Ada budget untuk transfer dan kami tak selalu bisa membayarnya. Mungkin hal itu bisa berubah pada masa depan, tapi kami tak bisa membayar lebih dari 80-100 juta pound sterling untuk satu pemain. Itu kenyataannya saat ini.”

“Karena itu kami membutuhkan akademi untuk bisa bertarung dan memberikan yang terbaik. Memang kami mengeluarkan banyak uang juga, tapi jumlahnya sama seperti yang dikeluarkan banyak tim lain. Saya pastikan kami bukan satu-satunya tim di dunia yang mengeluarkan uang,” jelas Guardiola.

Apa yang dikatakan Guardiola memang benar. Di Premier League, City bukanlah tim yang memegang rekor nilai transfer dan gaji tertinggi.

Pemain termahal City saat ini adalah Kevin De Bruyne, yang dibeli dari Wolfsburg pada 2015 lalu seharga 55 juta pound sterling. Nilai transfer De Bruyne masih di bawah Paul Pogba (89 juta pound sterling), Romelu Lukaku (75 juta pound sterling), dan Virgil van Dijk (75 juta pound sterling). Bahkan De Bruyne masih lebih murah daripada harga Angel Di Maria ketika pindah dari Real Madrid ke Manchester United (59,7 juta pound sterling).