Ganjaran Kartu Merah Karena Gesur

Ganjaran Kartu Merah Karena Gesur


Pelatih Chievo Rolando Maran sangat marah dengan wasit Fabio Maresca. Maran menyebut sang pengadil terlalu ‘lebay’ dengan mengusir dua pemain Chievo.

Chievo harus bermain dengan 9 orang setelah kedua pemainnya Samuel Bastien dan Fabrizio Caccatore diacungi kartu merah masing-masing pada menit 37 dan 61. Akibatnya pertahanan Chievo Verona berhasil dibobol Sami Khedira dan Gonzalo Higuain. Juventus pun menang 2-0 atas Cievo, Minggu (28/1) dini hari.

Samuel Bastien menerima dua kartu kuning dalam waktu dua menit. Namun ketegangan tersebut meningkat saat Fabrizio Cacciatore diacungi kartu merah langsung karena melakukan gestur dengan memborgol kedua tangannya.

Cacciatore dinilai melakukan provokasi selama beberapa menit usai ia merasakan cedera di lapangan. Saat ia mencoba kembali bermain, wasit Fabio Maresca menyuruhnya keluar lapangan dengan alasan cedera.

Akibatnya, sembari marah-marah kembali ke pinggir lapangan, Cacciatore memamerkan lambang “diborgol” dulu seperti yang pernah dilakukan Jose Mourinho saat masih mengasuh Inter Milan. Ingat?

Kartu merah wasit dengan segera memancing pro-kontra. Sebagian menilai itu merupakan tindakan berlebihan. Namun lainnya mengatakan itu hanya bagian dari tindakan wasit yang diizinkan menurut peraturan.

“Tidak ada membuang-buang waktu, karena tenaga medis tidak pernah sampai ke pemain, jadi tidak ada buang waktu. Saya tidak mengerti mengapa dia harus pergi dari lapangan,” kata Maran kepada Mediaset Premium.

“Gestur tubuh yang dia lakukan itu salah, tapi tidak perlu mengusurnya keluar lapangan.” lanjutnya.

“Tidak ada waktu yang terbuang dan kami diberitahu baru-baru ini oleh para wasit di sebuah konferensi tingkat tinggi bahwa jika tidak ada waktu yang dihabiskan untuk staf medis yang memasuki lapangan, maka tidak perlu mengeluarkan pemain ke lapangan.” Ronaldo Maran mengakhiri.