Kegalauan Sempat Bikin Morata Terpuruk

Kegalauan Sempat Bikin Morata Terpuruk

Kegalauan Sempat Bikin Morata Terpuruk

Setiap orang pernah mengalami masa-masa galaunya masing-masing, begitu juga Alvaro Morata. Karena galau, Morata sempat terpuruk semasa di Juventus.

“Orang-orang berpikir kami adalah mesin, mereka tak menyadari bahwa di balik sebuah laju buruk hampir selalu ada masalah pribadi, sejumlah isu keluarga. Anda punya perasaan, Anda melakukan kesalahan, Anda adalah manusia biasa,” kata Morata dikutip Guardian.

“Saat itu saya sedikit tersesat. Bukan cuma soal gol-gol, saya ketika itu ribut dengan orang-orang yang penting dalam hidup saya, tidak menghiraukan hal-hal yang sesungguhnya penting,” imbuhnya.

Di musim keduanya, Morata kesulitan. 115 hari sempat dilaluinya tanpa mencetak gol. Ada sorotan besar mengarah padanya waktu itu, tapi persoalan lebih besar terjadi di luar lapangan.

Suasana hatinya kacau dan itu yang membuat permainannya amburadul. Hal itu terlihat betul dan disadari oleh staf pelatih, juga kapten Juve Gianluigi Buffon.

“Saya baru saja selesai latihan suatu hari. Sesi itu sudah berlangsung buruk, amat buruk, salah satu yang terburuk di hidup saya. Saya bahkan tidak bisa mengontrol bola,” kata Morata.

“Dokter fisioterapi bertanya apa yang salah dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya sedih. Saya menangis. Saya ada di meja perawatan saat itu dan Gigi Buffon ada di sebelah saya,” sambungnya.

“Setelah itu dia (Buffon) menarik saya keluar, sendirian, dan mengatakan bahwa jika saya ingin menangis, lakukan saja di rumah. Dia mengatakan bahwa orang-orang yang mengharapkan saya terpuruk akan senang melihat itu, dan orang-orang yang ingin saya baik-baik saja akan sedih melihatnya,” ungkap Morata.

“Saya beruntung, saya bertemu Alice dan hidup saya berubah. Kami akan menikah. Terima kasih untuknya, saya tak pernah tahu apa yang mungkin sudah terjadi kalau dia tidak muncul, dan juga berkat saya sendiri,” kata Morata.

“Saya kembali ke trek, merasa penting, mencetak gol-gol. Sekarang saya sudah lebih siap untuk bermain di level tertinggi. Seiring hari berjalan, saya lebih merasakannya,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: