Meski Republik Demokratik Kongo Telah Tersisih, Joget Fimbu Masih Membekas

Meski Republik Demokratik Kongo Telah Tersisih, Joget Fimbu Masih Membekas
Meski Republik Demokratik Kongo Telah Tersisih, Joget Fimbu Masih Membekas

Meski Republik Demokratik Kongo Telah Tersisih, Joget Fimbu Masih Membekas

Meski Republik Demokratik Kongo telah tersisih dari Piala Afrika 2017, tapi aksi joget Fimbu mereka masih membekas. Apalagi mereka punya impian membawanya ke Piala Dunia.

Kekalahan 1-2 dari Ghana di perempatfinal telah mengakhiri langkah Republik Demokratik Kongo, yang sebelumnya lolos dari fase grup di posisi satu usai mengungguli Maroko, Pantai Gading, dan Togo.

Ada total tujuh gol dibuat Republik Demokratik Kongo di turnamen. Tujuh kali pula mereka asyik memamerkan joget Fimbu untuk merayakan golnya.

Di turnamen kali ini joget Fimbu itu, yang diadaptasi dari aksi musisi pop Felix Wazekwa, pertama kalinya dipamerkan usai Junior Kabananga menjebol gawang Maroko di partai pertama Republik Demokratik Kongo.

Jadilah Kabananga cs berlari ke sisi lapangan untuk menari bersama dengan asyiknya, kecuali kiper yang menarik dengan gayanya sendiri di kotak penalti. Seru! Dan memang itu tujuan mereka, bukan untuk mengejek lawan.

“Tidak untuk mengejek lawan atau untuk melawan semangat sportivitas atau bahkan fair play. Tujuannya adalah untuk menghibur penonton, cara untuk mengekspresikan sukacita,” kata Direktur Olahraga Republik Demokratik Kongo Kabulo Mwana Kabulo kepada AFP.

Joget Fimbu terakhir diperlihatkan para pemain Republik Demokratik Kongo ketika mencetak gol ke gawang Ghana di perempatfinal. Tak semeriah sebelumnya karena gol itu baru membuat skor jadi 1-1 dan para pemain Republik Demokratik Kongo ingin cepat-cepat kembali memulai permainan dan membalikkan kedudukan. Itu tak terlaksana.

Kendatipun joget Fimbu ini mencuri perhatian di Piala Afrika 2017, sesungguhnya para pemain Republik Demokratik Kongo sudah memamerkannya di Kejuaraan Afrika 2016 — turnamen yang cuma melibatkan para pemain yang tampil di liga-liga nasional benua Afrika. Tim berjuluk Macan Tutul itu berjoget Fimbu sampai jadi juara.

“Keinginan saya adalah joget ‘Fimbu’ ada di Piala Dunia,” ujar Wazekwa, si musisi pencipta joget itu.

Satu-satunya penampilan Republik Demokratik Kongo di putaran final Piala Dunia sejauh ini adalah pada 1974, meskipun saat itu masih dengan nama Zaire. Saat itu mereka langsung tersingkir dengan menelan tiga kekalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: