Mourinho: Sanchez Seperti Sedang di Puncaknya

Mourinho: Sanchez Seperti Sedang di Puncaknya

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, nampaknya saat ini menjadi manusia paling berbahagia di dunia. Pasalnya, pelatih berkebangsaan Portugal itu berhasil mendapatkan keinginannya untuk bisa melatih Alexis Sanchez di Man United.

Seperti diketahui, untuk bisa mendapatkan Sanchez, Man United perlu melakukan upaya yang luar biasa. Pasalnya, klub berjuluk The Red Devils itu harus memenuhi tuntutan Arsenal untuk menebus Sanchez seharga 35 juta pounds dan juga gaji yang diminta Sanchez senilai 500 ribu pounds atau sekira Rp9,4 miliar per pekannya.

Sebelumnya, Man United sempat mendapat persaingan sengit dari rival sekota mereka, Manchester City, dalam upaya mendapatkan Sanchez. Namun, klub berjuluk The Citizens itu pada akhirnya mengundurkan diri dari perburuan karena enggan memenuhi keinginan Arsenal menebus Sanchez di angka 35 juta pounds dan juga memenuhi gaji sang pemain.

Di sisi lain, Man United melakukan transfer cerdas, di mana mereka mengganti uang sejumlah 35 juta pounds itu dengan Henrikh Mkhitaryan sebagai barter. Alhasil, The Red Devils pun tak perlu mengeluarkan uang sama sekali untuk menebus Sanchez.

Kendati begitu, Man United tetap mendapat kritik panas lantaran dinilai terlalu gegabah karena memberikan gaji yang sangat besar kepada Sanchez. Menyikapi hal tersebut, Mourinho pun memberikan pembelaannya.

Pelatih berjuluk The Special One mengibaratkan Sanchez layaknya jeruk yang berada di puncak pohon. Menurutnya, orang-orang yang mengkritik gaji Sanchez adalah mereka yang kecewa lantaran tak mampu mendapatkan sang pemain karena permintaan gajinya yang terlalu tinggi.

“Saya tidak mendengarkan siapa pun yang mengerang soal (biaya). Saya kira Alexis mengingatkan saya sedikit pada sejarah – saya tidak tahu, ini bukan sejarah, hampir seperti metafora – ketika Anda melihat sebuah pohon dengan jeruk yang luar biasa di puncaknya dan Anda tidak bisa mendapatkannya,” ucap Mourinho, mengutip dari Irish Examiner, Jumat (26/1/2018).

“Anda berkata, ‘Oh, saya mendapatkan yang lebih rendah karena saya tidak menyukai yang berada di atas.’ Anda suka yang di atas. Jeruk itu sangat bagus, sangat oranye, begitu bulat, penuh kenikmatan, tapi Anda tidak bisa mendapatkannya, jadi Anda berkata, ‘Saya tidak menginginkannya’ atau ‘Saya tidak menyukainya, saya lebih memilih yang satu lagi.’ Saya kira itu mengingatkan saya sedikit pada cerita tersebut,” lanjut Mourinho.